/ Wirausaha

Apa itu Wiraswasta atau Pengusaha atau Wirausaha?

Apa itu Wiraswasta atau Pengusaha atau Wirausaha?

Apa itu wiraswasta atau pengusaha atau wirausaha

Wiraswasta atau pengusaha atau wirausaha adalah kegiatan menciptakan pertukaran antara pencari barang atau jasa dan memberi barang atau jasa dengan tujuan akhir untuk menghasilkan sesuatu nilai tambah bagi kedua pihak. Pemberi mengharapkan untung, penerima mengharapkan solusi. Bagi pengusaha di Amerika, wiraswasta mempunyai nilai yang lebih mulia dan luhur sekali. Seperti mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk hidup dengan cara memecahkan masalah orang banyak. Membantu perubahan sosial, menciptakan produk inovatif atau menghadirkan solusi baru yang mengubah kehidupan banyak orang.

Definisi wiraswasta atau pengusaha atau wirausaha yang lebih personal adalah bagaimana menciptakan kesempatan bagi diri sendiri, dengan tanpa dipimpin orang lain dan mewujudkan mimpi hidup bebas keuangan dan bebas waktu. Hal ini lebih tentang membangun kehidupan dengan cara Anda sendiri. Walau ujung-ujungnya adalah mencari laba, namun sebenarnya menjadi wirausaha lebih daripada mengejar laba semata. Menjadi pengusaha menciptakan bisnis yang berkesinambungan dan berkelanjutan dengan memberdayakan orang lain, membuka lapangan pekerjaan bagi karyawannya.

Pengusaha melihat adanya kemungkinan dan solusi di mana orang rata-rata hanya melihat gangguan dan masalah. Pengusaha melihat apa yang belum dilihat oleh orang lain. Dan biasanya pengusaha yang sukses, bisa menjadi sukses karena memecahkan masalah atau gangguan yang di alami oleh orang banyak. Suatu masalah harus ada yang memecahkan, dan akhirnya muncul seorang pengusaha yang bergerak untuk mencari solusi dari suatu masalah. Jadi, yang menjadi penggerak utama adalah hasrat untuk mencari solusi, keresahan yang ada dalam diri, bukan mengejar kekayaan.

 

Hal-hal penting apa yang diciptakan para pengusaha?

 

 

Seperti yang kita tahu, dunia ekonomi bergerak karena adanya aktifitas perdagangan. Karena ada supply dan demand. Dimana pembeli dan penjual bertemu di pasar, sampai terjadi pertukaran yang disebut transaksi perdagangan. Dari peran tersebut kita bisa lihat, penjual memainkan 50% peranan dalam transaksi perdagangan, jika tidak ada penjual, tidak ada transaksi, yang berarti bisa membuat roda perekonomian tidak jalan. Jadi dampak pengusaha itu sangat besar terhadap ekonomi. Berikut saya jabarkan ciri-ciri atau tipikal dari karakteristik pengusaha.

Pengusaha menciptakan pekerjaan.

Pengusaha menciptakan pekerjaan

Tanpa wirausahawan, pekerjaan tidak akan ada. Mungkin diawal-awal, pengusaha banyak yang bekerja sendiri, ketika bisnis sudah berjalan baik, pengusaha akan mulai merasa kewalahan dan membutuhkan bantuan disinilah tercipta pekerjaan atau lapangan pekerjaan.

Pengusaha menciptakan perubahan.

Dengan filosofi untuk menyelesaikan masalah dan memberi solusi. Otomatis pengusaha membuat perubaha. Pengusaha kemungkinan besar menciptakan produk baru yang memecahkan masalah orang banyak. Atau jika tidak menciptakan suatu hal baru, minimal pengusaha menciptakan suatu variasi penyelesaian masalah yang baru, yang berbeda dari yang telah ada.

Pengusaha memberi kepada masyarakat.

Pengusaha memberi kepada masyarakat

Tanpa kita sadari, pengusaha membayar lebih banyak kepada negara dalam bentuk pajak. Pajak digunakan untuk membiayai kebutuhan masyarakat. Pengusaha adalah beberapa donatur terbesar untuk amal dan nirlaba untuk berbagai penyebab.

Pengusaha mengubah dunia

Jika dampak yang diciptakan sudah mencapai skala yang sangat besar. Pengusaha dapat merubah dunia. Kita ketahui ada pengusaha yang melakukan eksplorasi ruang angkasa, menghilangkan kemiskinan, menyumbang ke suatu negara yang sedang mengalami bencana alam, dan lain sebagainya.

Pengusaha memimpin diri sendiri.

Pola piker pengusaha adalah, daripada merasa tercekik, dibatasi dan ditahan. Pengusaha lebih suka memimpin diri sendiri. Beberapa pengusaha mungkin merasa bahwa mereka memiliki cara yang lebih efektif dalam melakukan sesuatu dan bisa sukses dengan cara mereka sendiri.

Pengusaha bekerja fleksibel.

Pengusaha mengubah dunia
Waktu kerja pengusaha sangat fleksibel. Namun durasinya bisa lebih panjang daripada karyawan. Kewiraswastaan sering dikaitkan dengan jam yang fleksibel. Orang tua dengan anak kecil mungkin juga lebih menyukai kewirausahaan karena memungkinkan mereka membesarkan anak-anak di rumah sambil menjalankan usaha.

Pengusaha adalah pengambil risiko.

Karena membuat sesuatu hal yang baru dan berbeda. Maka tentu saja pengusaha menghadapai banyak resiko. Entah itu resiko finansial, resiko dalam berhubungan dengan orang lain, sampai resiko mental. Pengusaha sering mengambil risiko dengan mencoba hal-hal yang tidak akan dilakukan oleh orang kebanyakan, untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh orang kebanyakan.

Pengusaha tidak sesuai dengan lingkungan perusahaan.

Ada pengusaha yang terjadi bukan karena keinginan pribadinya, namun lebih karena terpaksa. Pengusaha yang terjadi karena keadaan. Jika anda adalah karyawan yang merasa tidak cocok dengan lingkungan pekerjaan anda bekerja, dan anda merasa anda bisa menciptakan solusi yang lebih tepat bagi penguna. Mungkin anda dapat mencoba untuk menjadi pengusaha dan keluar dari lingkungan yang tidak anda sukai itu.

Pengusaha ingin tahu.

Pengusaha suka mencari tahu jawaban atas pertanyaan, ‘apa yang akan terjadi jika …’ . Pengusaha suka ber-eksperimental. Pengusaha suka belajar. Pengusaha suka memajukan pengetahuan mereka. Jadi secara alami, kewirausahaan menarik bagi mereka karena melakukan memungkinkan mereka untuk belajar paling banyak dalam waktu singkat. Keingintahuan mereka memungkinkan pertumbuhan mereka yang berkelanjutan.

Pengusaha orang yang ambisius.

Pengusaha orang yang ambisius

Tidak ada batasan seberapa banyak yang dapat dilakukan oleh seorang wirausahawan sehingga mereka selalu dapat bekerja untuk mencapai tingkat kebesaran yang lebih tinggi. Karena tidak ada batasan apa yang dapat mereka capai, para wirausahawan secara konstan menemukan diri mereka tumbuh dan mencapai lebih dari yang pernah mereka bayangkan. Ketika rintangan ditampilkan di depan mereka, mereka menemukan solusi untuk tujuan mereka.

Dari 10 ciri-ciri tersebut diatas, semoga kita dapat lebih mengenal diri sendiri, dan pada akhirnya tahu dan mengerti apakah diri sendiri cocok menjadi pengusaha. Di Indonesia jumlah pengusaha masih dibawah 1% dibanding jumlah penduduk Indonesia. Mengapa? Karena menjadi pengusaha tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan yang sangat ekstra keras. Perjuangan ini akan sangat berat jika tujuannya hanya semata-mata karena uang. Jangan mengejar uang. Untuk menjadi pengusaha, focuslah menciptakan nilai tambah kepada pelanggan. Fokus menyelesaikan masalah orang lain. Jika anda dapat memberikan hal yang sangat berguna, anda dapat memberikan solusi kepada orang banyak. Otomatis uang akan anda dapatkan. Semoga bermanfaat.

Tags: wirausaha

Leave a Reply

Must read×
error: Content is protected !!