Cara Menghitung Laba Usaha Kecil

Cara Menghitung Laba Usaha Kecil yang Bisa Anda Lakukan

Dalam mendirikan sebuah usaha, pasti setiap orang ingin mendapatkan laba dari usaha yang telah dibangun. Untuk mendapatkan laba, tentunya ada banyak strategi yang harus diterapkan oleh pelaku usaha. Karena mendapatkan laba dalam sebuah usaha tidak semudah ketika awal membuka usaha. Ada strategi bisnis yang harus benar-benar diterapkan supaya usaha dapat berjalan dan mendapatkan laba di kemudian hari.

Untuk itu, jika Anda salah satu pelaku usaha, perlu dilakukan perhitungan terhadap keuntungan atau laba usaha yang akan Anda peroleh. Hal ini akan membantu Anda memiliki perhitungan yang tepat demi kelancaran usaha Anda selanjutnya. Selain itu, Anda dapat mengantisipasi kerugian usaha sejak awal. Jangan sampai Anda tidak pernah menghitung penghasilan dan laba dari usaha Anda. Langsung saja ini di acara menghitung laba usaha kecil yang bisa dilakukan.

Unsur Pokok Menghitung Laba Usaha Kecil

Selain Anda harus jeli menghitung laba usaha kecil milik Anda dengan cara menentukan harga yang sesuai, karena menentukan harga juga dapat berpengaruh pada keuntungan dan balik modal. Ada beberapa cara menghitung laba usaha kecil milik Anda yang bisa dilakukan. Baik usaha besar maupun usaha kecil, tetap seja sebuah perhitungan laba menjadi sangat penting untuk selalu dihitung dan dipantau lebih lanjut, supaya usaha Anda tetap berjalan.

Sebelum masuk pada bagian cara menghitung laba usaha kecil. Berikut unsur pokok dalam menghitung laba usaha kecil Anda:

  • Pendapatan, pendapatan ini merupakan pendapatan dari usaha yang Anda peroleh yang membuat nilai modal menjadi bertambah. Klasifikasikan pendapatan yang masuk dalam usaha Anda untuk dapat menjadi unsur penting dalam menghitung laba usaha Anda.
  • Beban, beban ini merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan. Beban ini menyebabkan modal menjadi berkurang. Contohnya yaitu biaya membeli produk yang akan dijual, biaya listrik, transportasi, dsb.

Cara Menghitung Laba Usaha Kecil Dengan Mudah

Nah setelah 2 unsur penting tersebut sudah Anda dapatkan. Maka berikut beberapa cara menghitung laba usaha kecil yang bisa Anda lakukan.

Identifikasi setiap biaya produksi yang digunakan

Cara menghitung laba usaha kecil untuk tahap pertama yang bisa Anda lakukan adalah melakukan identifikasi setiap biaya produksi yang digunakan. Lakukan identifikasi secara detail apa saja item biaya produksi yang dikeluarkan untuk menunjang usaha Anda. Kemudian menghitung biaya-biaya dari tiap item biaya produksi yang Anda keluarkan selama proses produksi. Beberapa jenis biaya produksi antara lain:

  • Biaya Tetap

Biaya tetap merupakan biaya produksi yang jumlahnya tetap, serta tidak tergantung pada besar atau kecilnya kapasitas suatu produksi. Contohnya adalah biaya yang Anda keluarkan untuk memberikan gaji pada karyawan, serta biaya sewa tempat untuk usaha kecil Anda.

  • Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel ini adalah biaya pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dengan satuan uang untuk mencapai suatu tujuan, juga tergantung pada besar kecilnya kapasitas produksi miliki usaha Anda.

Menyusun Laporan Laba Rugi

Cara menghitung laba usaha kecil yang kedua adalah dengan menyusun laporan laba rugi. Laporan laba rugi ini merupakan sebuah laporan atau pembukuan keuangan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban dari usaha kecil Anda. Dimana kedua hal ini sudah Anda persiapkan diawal sebelum memulai menghitung laba usaha. Menyusun laporan laba rugi ini menjadi hal penting juga untuk dilakukan dalam usaha kecil Anda.

Supaya Anda bisa mengetahui dengan detail laba yang Anda peroleh. Untuk menyusun laporan laba rugi ini cara yang dapat Anda lakukan yaitu:

Laba bersih: Laba kotor – Beban usaha

Artinya untuk mengetahui laba bersih yang Anda peroleh. Anda harus mengurangi laba kotor yang Anda peroleh dalam suatu periode perhitungan dengan beban usaha yang sudah dikeluarkan. Hasilnya adalah laba bersih atau keuntungan yang Anda peroleh dari usaha Anda. Pentingnya menyusun laporan laba rugi ini juga supaya Anda dapat memperkirakan berapa harga jual ke konsumen.

Sudah sangat diketahui bahwa menetapkan harga jual ini akan sangat berpengaruh pada laba yang akan Anda peroleh. Tetapi dalam menetapkan harga jual ke konsumen juga tidak boleh sembarangan, produk Anda harus bisa bersaing dengan produk yang lain. Artinya jangan asal memberikan harga mahal tetapi kualitas barang tidak baik, atau ada produk lain yang lebih murah. Untuk itu perlu adanya strategi usaha supaya produk terjual dan Anda bisa mendapatkan laba yang signifikan.

  • Menghitung biaya pembentukan harga pokok penjualan

Cara menghitung laba usaha kecil yang ketiga adalah dengan menghitung biaya pembentukan harga pokok penjualan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi, bahwa seorang pelaku usaha harus menggunakan strategi dalam menetapkan harga jual untuk produk usahanya. Pelaku usaha harus mengetahui harga pokok dari produk yang akan dijualnya. Kemudian untuk menetapkan harga jual, juga ditambah dengan biaya lain-lain dan perkiraan keuntungan yang diharapkan.

Dengan perkiraan yang tepat dan pantas, maka harga jual akan ditetapkan. Harga pokok produksi ini mengacu pada harga pokok penjualan dan keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang akan dijual. Untuk menghitung harga pokok penjualan ini ada rumus yang dapat Anda gunakan, yaitu:

Harga pokok penjualan (HPP): Barang tersedia – persediaan barang akhir

  • Barang tersedia = persediaan barang awal + pembelian bersih
  • Pembelian bersih = (pembelian + biaya-biaya pembelian) – (retur pembelian + potongan untuk pembelian.

Perhitungan harga pokok penjualan ini penting untuk dilakukan supaya Anda dapat menetapkan harga jual dan perkiraan laba yang akan didapatkan. Pada dasarnya harga pokok penjualan ini adalah akumulasi semua biaya yang Anda keluarkan.

  • Menghitung saldo persediaan awal dan saldo persediaan akhir

Untuk menghitungnya, Anda perlu menghitung terlebih dahulu saldo awal persediaan bahan baku. Saldo awal persediaan bahan baku merupakan total seluruh persediaan bahan baku di awal. Untuk saldo persediaan akhir adalah total seluruh persediaan bahan baku di akhir. Persediaan bahan baku awal ini biasanya dihitung pada awal bulan atau di setiap awal perhitungan laporan dilakukan.

  • Menghitung penjualan bersih

Cara menghitung laba usaha kecil terakhir yang bisa Anda lakukan adalah menghitung penjualan bersih. Penjualan bersih merupakan seluruh biaya hasil penjualan kotor sesudah dikurangi dengan berbagai potongan dan pengurangan lainnya. Unsur-unsur dalam penjualan bersih antara lain:

  1. penjualan kotor
  2. retur penjualan
  3. potongan penjualan
  4. penjualan bersih

Cara menghitung penjualan bersih ini yaitu:

Penjualan bersih: Penjualan – retur penjualan- pengurangan untuk harga- biaya potongan penjualan.

Nah itu tadi beberapa cara menghitung laba usaha kecil yang bisa Anda lakukan. Perlu diingat bahwa dalam melakukan usaha perlu diadakan strategi yang baik supaya modal dapat kembali dan keuntungan dapat berjalan siginifikan.

Sekarang Anda bisa dengan cepat dan mudah menghitung laba usaha kecil Anda. Semoga bermanfaat!

Gravatar Image
Penulis dan praktisi keuangan yang menyukai marketing, IT dan sepakbola. Rutin menulis di Dunia Keuangan dan berbagai media lainnya. Berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai profesional di dunia keuangan. Situs pribadi: SiminKing.com

Leave a Reply