Cara Menyusun Anggaran Keuangan Pribadi yang Mudah Dilakukan

Menyusun anggaran tidak hanya dilakukan oleh perusahaan, instansi atau lembaga, tapi juga aktivitas yang wajib dilakukan oleh setiap orang. Itu sebabnya pengetahuan tentang cara menyusun anggaran perusahaan atau pribadi perlu untuk diketahui, dipahami dan diterapkan oleh siapapun terkait aktifitasnya dengan keuangan.

cara menyusun anggaran

Tujuannya tidak lain adalah untuk membangun keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, sehingga tidak terjadi apa yang disebut “besar pasak daripada tiang”, karena seluruh aktifitas keuangan telah terstruktur dan terencana.

Sehingga dengan dilakukannya penyusunan anggaran baik pribadi maupun cara menyusun anggaran produksi, seseorang tidak terjebak dalam kondisi defisit dari sisi keuangan, tapi malah sebaliknya, dapat menyisihkan uang untuk tabungan bilamana ada kebutuhan yang urgen dan untuk berinvestasi.

Tentu saja cara menyusun anggaran keuangan pribadi atau anggaran perusahaan dan cara menyusun anggaran penjualan tidak serumit dan sesulit penyusunan anggaran untuk perusahaan, instansi atau lembaga. Selain karena nilainya tidak begitu besar, sumber pemasukan dan pengeluaran juga tidak sekompleks perusahaan, instansi atau lembaga.

Cara Menyusun Anggaran

cara menyusun anggaran perusahaan

Berikut cara menyusun anggaran keuangan pribadi beserta langkah-langkah yang harus dilakukan.:

Hitung Jumlah Pendapatan Bersih

Cara menyusun anggaran kas. Pendapatan bersih adalah penghasilan dari berbagai sumber yang diterima setiap bulan setelah dikurangi pajak serta berbagai potongan lainnya yang terkait dengan proses pembayaran.

Karena pendapatan bersih ini berasal dari berbagai sumber maka tidak hanya sebatas gaji pokok saja tapi juga tunjangan, bonus prestasi, subsidi, tips, pekerjaan sampingan, bunga tabungan, pendapatan dari investasi dan berbagai  sumber yang lain.

Hitung Jumlah Pengeluaran

Selain menghitung pendapatan bersih, cara menyusun anggaran juga harus diikuti dengan mengkalkulasi jumlah pengeluaran setiap bulannya. Cara menyusun anggaran rumah tangga juga. Agar lebih mudah dalam mengkalkulasi pengeluaran, pisahkan seluruh pengeluaran selama satu bulan ke dalam 2 kelompok, yaitu pengeluaran tetap dan pengeluaran variabel.

Pengeluaran tetap adalah biaya dengan nilai yang relatif stabil dari bulan ke bulan, seperti: biaya utilitas, angsuran hipotek, premi asuransi, angsuran pinjaman, cicilan kendaraan, serta yang lain. Sedang pengeluaran variabel adalah biaya yang nilainya naik turun dan tidak bisa dipastikan, seperti membeli bahan makanan, pakaian, produk perawatan tubuh, biaya makan di restoran, biaya liburan serta yang lain.

Agar jumlah pengeluaran ini dapat tercatat secara keseluruhan, usahakan menyiapkan buku  khusus untuk mencatat setiap pengeluaran. Bila perlu simpanlah kwitasi atau bon belanja. Karena, meski jumlah dan jenis pengeluaran relatif sedikit, namun jika hanya mengandalkan ingatan, terkadang ada saja yang terlewatkan.

Buat Kategori Pengeluaran

Untuk mempermudah memeriksa dan mengevaluasi pengeluaran, cara menyusun anggaran yang dapat dilakukan adalah dengan membuat beberapa kategori, misalnya untuk membeli pulsa listrik, cicilan pinjaman dan premi asuransi dimasukkan ke dalam kategori “kebutuhan”, untuk membeli makanan, pakaian, biaya liburan dimasukkan kategori “Keinginan” dan sebagainya.

Selain membuat kategori, buatlah juga daftar isi secara terperinci yang berisi masing-masing pengeluaran berikut nilai nominalnya untuk kategori yang sama, seperti untuk pengeluaran ‘mobil’, catat nilai angsuran yang harus dibayar setiap bulannya, premi asuransi kendaraan, biaya perawatan, bensin, ongkos parkir dan tol.

Untuk cara menyusun anggaran perusahaan jasa. Usahakan nominal dari masing-masing pengeluaran ditulis secara akurat, namun jika kesulitan dapat ditulis estimasinya. Jumlahkan keseluruhan pengeluaran dari masing-masing kategori dan hasil yang diperoleh merupakan nilai total dari pengeluaran bulanan. Selanjutnya, bandingkan antara pendapatan bulanan dengan nilai total pengeluaran dalam satu bulan.

Tentukan Periode Anggaran

Cara menyusun anggaran    berikutnya adalah menentukan periode anggaran. Periode ini  bisa dibuat mingguan, bulanan atau tahunan. Agar lebih mudah dan lebih bermanfaat usahakan memakai periode anggaran bulanan, karena jatuh tempo dari tagihan atau biaya utilitas biasanya bulanan.

Namun demikian untuk pengeluaran dalam nilai yang besar, Anda dapat mempersiapkan dana jauh hari sebelumnya, seperti untuk membayar angsuran mobil Anda dapat menyetorkan uang ke rekening tabungan sebulan 2 – 3 kali, agar pada saat jatuh tempo, dana sudah tersedia secara utuh.

Sarana untuk Menuliskan Anggaran

Sarana yang paling banyak digunakan untuk mencatat seluruh transaksi keuangan atau pembukuan tentu saja buku. Cara menyusun anggaran bahan baku, siapkan buku besar khusus untuk setiap transaksi yang dilakukan.

Bagi yang sering beraktivitas dengan menggunakan komputer, dapat juga memanfaatkan sejumlah program komputer untuk membukukan keuangan seperti Microsoft Money, Quicken serta yang lain.

Sejumlah aplikasi Android untuk keperluan pembukuan saat ini juga tersedia di Play Store untuk diunduh dan diinstal diperangkat smartphone. Hanya saja kelemahan dari aplikasi adalah butuh jaringan internet.

Diantara berbagai sarana yang bisa dipakai untuk mencatat transaksi keuangan, buku adalah yang terbaik, karena bisa dilakukan dimana saja tanpa harus terkoneksi dengan internet dan tidak membutuhkan jaringan listrik.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Anggaran

cara menyusun anggaran penjualan

Setelah memahami dan mempraktikkan cara menyusun anggaran sebagaimana tersebut di atas, tahap selanjutnya adalah memperhatikan hal-hal yang terkait dengan penyusunan anggaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut adalah:

Penerimaan dan Pengeluaran Harus Sesuai

Tujuan utama dari mampraktikkan cara menyusun anggaran adalah agar terjadi keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran. Maksud dari keseimbangan tersebut adalah jumlah penerimaan atau pendapatan harus lebih besar dari pengeluaran.

Cara untuk mendapatkan keseimbangan anggaran adalah dengan mengurangi penerimaan dengan pengeluaran. Bila ternyata jumlah pengeluaran masih lebih besar, maka kurangi kebutuhan biaya variabel berdasarkan skala prioritas karena pengurangan biaya tetap tidak mungkin dilakukan.

Penuhi Target

Lakukan pengelolaan keuangan dengan bijak yaitu dengan mendahulukan pemenuhan biaya tetap dan target yang telah Anda buat, sebelum bersenang-senang. Jadi pada saat melihat pembukuan anggaran memiliki saldo plus dalam jumlah besar, jangan terburu-buru senang dan merasa telah kelebihan uang.

Periksa lebih teliti lagi setiap pengeluaran yang telah tercatat, dan pastikan apakah pengeluaran tetap sudah dimasukkan semua termasuk untuk pembayaran hutang. Jangan lupa untuk memenuhi target terlebih dahulu, misalnya target menabung. Jika pengeluaran tetap dan target belum terpenuhi, maka tunda dulu rencana untuk bersenang-senang yang hanya menghambur-hamburkan uang.

Tinjau Ulang Pengeluaran

Dalam mempraktikkan cara menyusun anggaran, peninjauan ulang pengeluaran perlu untuk dilakukan, bahkan dalam kondisi anggaran dengan saldo positif. Sebab semakin banyak pengeluaran yang dapat ditekan, maka akan semakin besar pula nilai kelebihan yang bisa ditabungkan atau dipakai untuk berinvestasi.

Untuk menekan pengeluaran yang pertama kali harus dilakukan adalah mengurangi biaya variabel, seperti mengurangi acara rekreasi, makan di restoran, membeli pakaian bermerek atau membeli berbagai produk perawatan tubuh.

Jika biaya variabel sudah ditekan namun ternyata saldo positif nilainya masih terlalu rendah, lakukan pengurangan terhadap biaya tetap. Tentu saja tidak semua biaya tetap dapat dikurangi seperti angsuran kredit dan premi asuransi.

Namun cara menyusun anggaran keuangan keluarga ada beberapa pos biaya tetap yang bisa ditekan, seperti mencari pondokan dengan tarif sewa yang lebih murah atau berbagi biaya sewa rumah/kamar dengan teman, mengganti mobil yang angsurannya lebih murah atau yang lebih hemat bahan bakar dan sebagainya.

Selain menekan pengeluaran, untuk dapat meningkatkan nilai saldo positif sebagaimana telah dipaparkan dalam cara menyusun anggaran di atas adalah dengan menambah jumlah pemasukan, misalnya dengan bekerja lembur, mencari pekerjaan sampingan, membuka bisnis atau usaha sendiri serta cara yang lain.

Lakukan Evaluasi

Melakukan evaluasi secara berkala merupakan bagian dari cara menyusun anggaran yang tidak boleh dilewatkan, karena kondisi keuangan senantiasa fluktuatif dan bisa berbeda dengan apa yang telah direncanakan.

Jika memang harus melakukan perubahan, maka jadikan informasi terbaru sebagai rujukan dalam menyesuaikan anggaran. Satu yang perlu diingat: prioritas utama dari penyusunan anggaran adalah agar dapat melunasi utang dan menabung untuk selanjutnya diinvestasikan. Demikian beberapa cara menyusun anggaran dan cara menyusun anggaran yang baik yang perlu diketahui, dipahami dan diterapkan oleh siapapun terkait dengan aktifitas keuangan untuk menghindari defisit yang oleh pepatah dinamakan “besar pasak daripada tiang”. Mudah-mudahan informasi mengenai cara menyusun anggaran yang efektif efisien dan tepat sasaran ini berguna dan jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentar di kolom komen, jangan lupa share ke teman dan kerabat kalian yah. Terima kasih.

Gravatar Image
Penulis dan praktisi keuangan yang menyukai marketing, IT dan sepakbola. Rutin menulis di Dunia Keuangan dan berbagai media lainnya. Berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai profesional di dunia keuangan. Situs pribadi: SiminKing.com

Leave a Reply