Jangan Terburu-buru Mengajukan Kredit di Bank Sebelum Memperhatikan Hal Berikut Ini

Mengawali usaha dengan modal terbatas milik pribadi seharusnya dijadikan pilihan utama, meskipun usaha tersebut nantinya berskala kecil. Dibanding membuka usaha besar, tapi harus menanggung kredit di bank.

Namun membuka usaha berskala besar dengan sebagian modal meminjam dari bank juga bukan sebuah kesalahan. Dengan catatan, Anda telah menghitung prospek dari bisnis yang dijalankan dan seberapa besar hasil yang bisa diperoleh dari bisnis tersebut untuk dapat mengangsur pinjaman.

Oleh sebab itu, sebelum mengajukan kredit di bank untuk membuka usaha, perhatikan hal-hal berikut:

Pemetaan Bisnis 

Untuk dapat mengetahui prospek dari bisnis yang dijalankan dan seberapa besar hasil yang kemungkinan akan diperoleh caranya adalah dengan melakukan pemetaan bisnis.

Melalui pemetaan bisnis, Anda akan dapat memprediksi seberapa luas cakupan area dari bisnis tersebut, siapa saja pangsa pasar yang akan dibidik, seberapa besar daya beli pasar dan sebagainya. Sehingga Anda akan dapat mengetahui seberapa besar pemasukan dan pengeluaran dari bisnis yang dijalankan.

Dengan melakukan pemetaan bisnis Anda akan mengetahui perkiraan besarnya penghasilan yang bisa diperoleh dari bisnis tersebut, dan pastikan penghasilan tersebut lebih dari cukup untuk membayar angsuran kredit di bank, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta sebagian untuk ditabung.

Pinjam Seperlunya

Dengan melakukan pemetaan bisnis, selain dapat mengetahui kondisi pasar, konsumen, kompetitor serta yang lain, Anda juga dapat mengetahui besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk membangun bisnis.

Setelah mengetahui besarnya anggaran yang dibutuhkan, hitung secara cermat seberapa besar modal yang sudah dimiliki dan seberapa banyak kekurangan yang harus ditutupi dengan  meminjam di bank.

Besarnya kekurangan itulah yang harus Anda tuliskan dalam pengajuan kredit, atau dengan menambahkan sedikit untuk keperluan  biaya provisi dan biaya lainnya. Jangan mengajukan kredit di bank dengan nilai jauh di atas kebutuhan riil pendirian bisnis, karena sebagian dari pinjaman tersebut dipastikan tidak lagi untuk kebutuhan produktif melainkan kebutuhan konsumtif.

Pilih Jenis Pinjaman yang Tepat

Terdapat banyak bank dan lembaga keuangan yang dapat memberikan pinjaman dan masing-masing bank memiliki berbagai jenis pinjaman yang bisa dipilih oleh nasabah sesuai dengan kebutuhan. Artinya, tidak perlu terburu-buru dalam memutuskan tempat untuk mengajukan pinjaman dan memilih jenis pinjaman.

Lakukan perhitungan dengan cermat, bank mana yang sekiranya paling baik pelayanannya dan paling mudah cara mengaksesnya. Setelah mendapatkan bank yang tepat, pilih jenis layanan pinjaman yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan.

Jika tambahan modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha tidak terlalu besar, usahakan mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) karena Anda tidak harus menjaminkan surat berharga sebagai agunan kredit.

Namun karena limit pinjaman KTA terbatas serta tenor yang relatif singkat ( biasanya paling lama 3 tahun), maka jika Anda butuh modal yang besar dengan tenor yang lama, tidak ada salahnya jika mengajukan kredit di bank dengan menggunakan jaminan.

Jangan lupa untuk membandingkan suku bunga yang berlaku untuk masing-masing jenis pinjaman, karena meski dikeluarkan oleh bank yang sama namun perbedaan jenis pinjaman juga membuat bunga yang berlaku berbeda.

Hitung Bunga dengan Cermat

Pada saat memilih jenis kredit di bank, hitung dengan cermat perbedaan suku bunga yang berlaku antara jenis pinjaman yang satu dengan yang lain. Jangan pernah menyepelekan angka di belakang koma pada saat menghitung persentase bunga, karena sekecil apapun perbedaan yang ditulis dalam persentase, jika dikalikan dengan besarnya pinjaman maka jatuhnya lumayan besar.

Selain itu dengan menghitung bunga pinjaman secara cermat dan menambahkannya dengan angsuran pokok yang harus dibayarkan setiap bulannya, Anda dapat mengkalkulasi, seberapa besar keuntungan yang harus diperoleh dari bisnis yang akan Anda jalankan.

Idealnya, penghasilan bersih setelah dipotong pajak dalam 12 bulan terakhir harus  2 kali lebih besar dibandingkan angsuran yang harus dibayarkan ke bank, dengan asumsi bisnis yang dijalankan tersebut tidak berpeluang kondisinya menjadi lebih buruk dalam beberapa tahun kedepan. 

Mengetahui Trend Bisnis

Sebelum mengajukan kredit di bank, Anda juga harus mengetahui trend bisnis dari usaha yang akan Anda jalankan. Sebab ada beberapa jenis usaha yang memiliki trend, artinya tidak sepanjang waktu memberikan hasil yang maksimal.

Sebagai contoh bisnis catering yang melayani para pelajar dan mahasiswa. Pada saat musim liburan, banyak pelajar dan mahasiswa yang mudik, sehingga omzetpun mengalami penurunan.

Bisnis jasa dekorasi, tata rias dan catering untuk acara pernikahan juga merupakan contoh yang lain. Karena di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, pada bulan-bulan tertentu banyak masyarakat yang menggelar hajat pernikahan, tapi pada bulan-bulan lainnya tidak ada sama sekali.

Dengan mengetahui trend bisnis, Anda akan selalu diingatkan untuk tidak menghambur-hamburkan uang disaat bisnis sedang ramai, tapi dengan menyimpan uang yang diperoleh. Sehingga pada saat pemasukan menurun atau bahkan tidak ada pemasukan sama sekali, Anda masih memiliki tabungan untuk membayar angsuran kredit di bank.

Tabungan Persiapan

Maksud dari tabungan persiapan adalah tabungan yang sengaja dipersiapkan untuk membayar angsuran, setidaknya 3 bulan ke depan. Sehingga jika angsuran yang harus dibayar setiap bulannya sebesar Rp.1,5 juta, maka harus ada tabungan persiapan minimaal sebesar Rp.4,5 juta.

Tabungan persiapan tersebut tujuannya adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang sifatnya darurat. Sehingga tidak boleh diambil dan dipakai untuk keperluan apapun kecuali untuk membayar angsuran dan keperluan yang sifatnya darurat.

Memiliki tabungan simpanan sangat penting, karena sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa tidak selamanya bisnis yang Anda jalankan memberikan pemasukan yang maksimal. Adakalanya omzet bisnis mengalami penurunan, disebabkan karena trend atau karena sebab-sebab yang lain. Belum lagi kalau terjadi musibah yang tidak terduga.

Sehingga dengan memiliki tabungan persiapan, Anda masih memiliki uang untuk membayar angsuran kredit di bank, sekalipun bisnis dalam keadaan sepi atau sedang menghadapi musibah.

Tanamkan Kedisiplinan

Begitu Anda memutuskan untuk mengajukan kredit di bank, pada saat itu juga tanamkan sikap disiplin dengan membayar angsuran tepat pada waktunya. Percuma saja melakukan pemetaan bisnis dan memahami trend bisnis jika ujung-ujungnya Anda tidak memiliki sikap disiplin dengan tidak melakukan kontrol terhadap keluar masuknya uang.

Ketidakdisiplinan tersebut akan membuat Anda tidak memiliki tabungan persiapan, bahkan tidak memiliki tabungan sedikitpun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.  Dampak selanjutnya, Anda akan mengalami keterlambatan dalam melakukan pembayaran angsuran, sehingga dikenai denda dengan nominal yang tinggi.

Belum lagi nama Anda sebagai debitur akan tercoreng dalam data Bank Indonesia, sehingga Anda akan kesulitan untuk mengajukan kredit lagi di bank manapun pada kesempatan berikutnya.

Demikian beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengajukan kredit di bank, agar bisnis yang Anda rintis dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Bukan malah sebaliknya, bisnis yang dibangun justru menjadi persoalan dikemudian hari disebabkan permasalahan yang harus dihadapi dengan pihak perbankan karena kasus kredit macet. Semoga membantu baik Anda mau kredit di bank BRI, Bank Mandiri, Bank Syariah, Bank BNI, BCA, BTN, Mandiri Syariah, Bank Mega, BRI Syariah.

Gravatar Image
Penulis dan praktisi keuangan yang menyukai marketing, IT dan sepakbola. Rutin menulis di Dunia Keuangan dan berbagai media lainnya. Berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai profesional di dunia keuangan. Situs pribadi: SiminKing.com

Leave a Reply